Presiden KAI Apresiasi Pelaksanaan Bimtek Bersama MK dan Mendorong Peserta Menggali Ilmu Sebaik-baiknya

0 47,067

Presiden Kongres Advokat Indonesia, Siti Jamaliah Lubis mengapresiasi dan menyambut baik penyelenggaraan Bimbingan Teknis Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2024 Bagi Advokat IV (KAI) yang dilaksanakan bersama dengan Mahkamah Konstitusi (MK)di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi MKRI, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang dilakukan selama tiga hari pada 30 Oktober – 2 November 2023, diikuti oleh sekitar 160 Advokat anggota KAI dari 33 Provinsi di Indonesia yang mengikuti acara Bimtek tersebut. Dalam sambutannya Siti Jamaliah Lubis  mengatakan tujuan dari kegiatan itu untuk menambah kualitas dan meningkatkan profesionalitas dari para advokat KAI sendiri.

“Kepada para peserta harus fokus mengikuti Bimtek ini dengan sebaik-baiknya. Gunakanlah waktu yang ada dalam beberapa hari ini untuk menerima dan memahami materi yang disajikan narasumber,” ucap Siti Jamaliah Lubis, Senin malam (30/10/2023).

Sebagai Presiden KAI dia berpendapat bahwa setidaknya MK telah melaksanakan fungsi kenegaraan dalam bidang hukum. Yaitu dengan memberikan kepastian tentang syarat pencalonan presiden dan wakil presiden yang dapat dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. “Sehingga pemilihan presiden dan wakil presiden dapat berjalan tepat waktu dan sesuai dengan aspirasi masyarakat,” ungkap wanita yang akrab disapa Mia tersebut.

Kata advokat senior itu, KAI akan berada di garda terdepan dalam penegakan hukum dan keadilan. Hal itu menurutnya sesuai dengan motto KAI ‘Walaupun Langit Runtuh Keadilan Tetap Ditegakkan’. “Karena itu saya mengharapkan para advokat dapat memilih presiden dan wakil presiden yang sesuai dengan hati nurani. Serta, mempunyai komitmen yang kuat dalam penegakan hukum, karena Indonesia adalah negara hukum dan mampu memberantas korupsi serta menghapus kemiskinan,” pungkas Mia.

Sementara itu, Ketua MK Anwar Usman dalam sambutannya menjelaskan, bahwa proses membangun negara hukum yang demokratis membutuhkan ikhtiar dan tanggung jawab bersama penyelenggara negara bersama dengan seluruh warga negaranya. Sebagai sebuah proses bernegara yang panjang, katanya membangun demokrasi yang matang tidak bisa dilakukan tanpa keteguhan komitmen seluruh elemen bangsa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.