Presiden KAI Minta Oknum yang Loloskan WNI dari India Diproses Hukum

0 1

Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI ISL) Siti Jamaliah Lubis sangat menyayangkan masih ada oknum yang main-main dengan pencegahan pandemi Covid-19. Seperti dialami WNI yang baru pulang dari India, semestinya harus menjalani prosedur karantina selama 14 hari. Namun ada oknum di Bandara Soekarno-Hatta yang membantu WNI tersebut dengan membayar Rp 6,5 juta supaya tidak menjalani karantina Covid-19. Padahal satu orang lolos kalau dia positif covid maka dampak menularnya sangat luas bagi masyarakat.

“Kita minta oknum tesebut diproses secara hukum, karena sangat membahayakan masyarakat Indonesia yang sedang disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, pemerintah sudah mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk mencegah covid, karenanya jangan ada oknum yang meraup keuntungan pribadi,” kata Mia Lubis, demikian Siti Jamaliah Lubis akrab disapa, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Masyarakat Indonesia, imbuhnya, sudah lelah dengan Covid-19 yang sudah 1 tahun lebih ini. Imbasnya tentu terhadap perekonomian menurun drastis, jutaan orang di PHK, tentu juga berimbas terhadap advokat.

Mia berharap, Covid-19 segera menurun supaya perekonomian segera pulih dan aktivitas kembali seperti biasa. Karenanya ia meminta kepada semua pihak untuk benar-benar disiplin mematuhi protokol kesehatan. Taati himbauan pemerintah untuk tidak mudik lebaran. Jangan ada oknum petugas yang menggunakan kesempatan covid ini untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Polisi dan tentara diharapkan ikut mengawasi supaya pencegahan penularan covid benar-benar efektif.

“Meskipun sudah divaksin, tetap harus mematuhi protokol kesehatan, karena masih berpotensi tertular Covid-19. Saat ini baru sekitar 20% masyarakat yang mendapatkan vaksin. Ini harus kita kampanyekan untuk kepentingan bersama, termasuk kepentingan advokat yang tergabung dalam KAI,” tegas Mia.

Ia juga meminta petugas untuk memperketat kedatangan warga negara India yang masuk ke Indonesia. India saat ini sedang mengalami sunami Covid-19, dengan melonjaknya jumlah kasus harian, meroketnya jumlah kematian dan menipisnya pasokan medis.

“Dengan kita disiplin menerapkan prokes, semoga kejadian di India tidak akan menimpa Indonesia, hukum harus tegas terhadap pelanggar prokes dan diharapkan seluruh masyarakat Indonesia bisa segera memperoleh vaksin,” pungkas Mia Lubis.

Leave A Reply

Your email address will not be published.