Indra Sahnun Lubis, Sosok yang Terlihat Keras Namun Hatinya Sangat Lembut
Jakarta, DPP KAI – Sosok almarhum Indra Sahnun Lubis dalam berkolega dan juga merawat roda organisasi KAI menjadi inspirasi bagi para advokat-advokat muda. Keteladanan tersebut juga dinilai menjadi modal yang sangat berharga bagi anak-anak almarhum dalam menjalani kehidupan.

“Papa selalu mengingatkan bahwa hidup itu tidak ada yang instan. Jangan pernah ributan harta dan uang. Selalu berbuat baik sama orang2 disekitar.makanya sampai hari ini, orang2 yang kerja disekitar papa, aku ambil untuk bersama 2 dengan aku, biar selalu mengingat papa. Bangga terhadap papa, bisa menyatukan advokat seluruh indonesia, dan terutama bantuan dan dukungan terutama teman-temannya untuk memajukan KAI,” demikian Milano Lubis, anak tertua dari Indra Sahnun Lubis.
Sementara itu Rizky Dienda Putri, salah satu anak Indra Sahnun Lubis yang saat ini menjadi salah satu fungsionaris KAI mengatakan bahwa, almarhum mengajarkannya untuk fokus terhadap pekerjaan apa yang ada dan hasil akan mengikuti. “Ayah yang baik, presiden KAI yang dicintai oleh seluruh advokat-advokat karena berjuang dan berhasil menyatukan KAI. Dia sosok yang keras kepada kita, tapi sekarang baru kita merasakan. Mengajarkan pada kita untuk berusaha dulu, fokus dan jangan lihat uangnya dulu. Untuk dunia advokat, beliau bahkan memakai uang pribadi untuk dunia advokat dan tidak mengejar uang,” ujarnya.
Sementara itu, Oman Lubis terkesan akan kedermawanan Ayahnya yang rutin melayani anak-anak panti asuhan. Oman menambahkan ayahnya adalah orang yang sangat lembut hatinya. “Saya terkesan, suatu hari dia menyuruh saya untuk menjual barang. Saat itu saya kira beliau ada kebutuhan, ternyata setelah uang itu saya pegang, saya diminta memberikan uang itu ke panti asuhan yang alamatnya sudah diberikan ke saya, ternyata disana Pak Indra sudah sangat rutin memberikan bantuannya kepada anak-anak panti asuhan, dan saya terkejut karena anak-anak disana mengenal sosok bang indra. Dia mungkin terlihat keras, tetapi hatinya lembut luar biasa,” kenangnya.
Meski telah berpulang sejak 10 November 2017, namun nama Indra Sahnun Lubis terus dikenang dan dijadikan panutan oleh setiap advokat-advokat muda di Indonesia untuk terus berkarya, terlebih untuk para advokat yang ada di KAI.