Rusdi Taher: Berbusana Rapi dan Serasi itu Perlu dan Tidak Identik dengan Mewah

0 46

“Tiada kata berhenti mengabdikan diri untuk kemaslahatan bangsa dan negara di manapun berada, serta di mana kita mengabdi berikanlah yang sebaik-baiknya,” inilah moto yang selalu dipegang oleh HM Rusdi Taher SH MH, Ketua Dewan Penasihat Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Hal itu ia sampaikan saat sambutan usai dirinya meraih penghargaan pada Malam Anugerah Prestasi dan Pengabdian, “Tokoh Indonesia” 2017-2018, kategori Citra Adhikarsa Pembangunan dan pria berbusana rapi dan serasi, yang digelar Yayasan Penghargaan Indonesia, Kamis (19/4/2018) malam di hotel Preanger, Bandung.

Rusdi yang berusia hampir 70 tahun ini sudah malang melintang memegang berbagai jabatan. Sebut saja Kajati DKI Jakarta, Kajati Bengkulu, Asisten Khusus Kejagung, Direktur Eksekusi Jampidsus Kejagung, wakil ketua Komisi III DPR RI, anggota MPR RI dan lain-lain.

“Yang paling berkesan, ketika saya menjadi Kajati Bengkulu dan saya ingin menegakkan hukum dengan menetapkan Walikota Bengkulu sebagai tersangka, namun yang terjadi rumah saya dibakar,” kenang Rusdi Taher.

Setelah pensiun, kini ia memilih menjadi advokat di KAI dengan mendirikan law office Rusdi Taher and partner. Law office ini dirikan tidak semata mencari klien sebanyak-banyaknya, namun ingin membantu masyarakat tidak mampu yang ingin mencari keadilan.

Suami Delia Paramita ini juga meraih pria dengan busana rapi dan serasi. Hal itu ia raih karena sejak muda suka berpenampilan yang rapi. “Berbusana rapi itu perlu, meskipun tidak identik dengan kemewahan, yang penting rapi dan serasi. Sejak mahasiswa saya suka berbusana rapi,” ungkap Rusdi.

Penghargaan itu diberikan oleh salah satu tokoh masyarakat Jawa Barat dan Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Popong Junjungan atau yang akrab disapa Ce Popong. Ia mengatakan, dengan ivent ini membuktikan bahwa kita Indonesia. Karena yang menerima penghargaan berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan dari berbagai jabatan yang diemban. “Kami yakin, mereka bukan mengejar penghargaan, tapi berusaha memberikan yang terbaik dan terbanyak untuk bangsa sesuai kedudukan masing-masing,” kata Popong dalam sambutannya.

Penghargaan itu, imbuhnya, mereka raih karena mereka telah bekerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas.

Sebelumnya Ketua Panitia Rahmat Solihin mengatakan, para tokoh yang mendapat penghargaan ini merupakan figur yang menjadi teladan di masyarakat. “Semoga para tokoh terpilih ini mampu menjadi pencerah di masyarakat,” harap Rahmat.

Sumber : MediasiOnline.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.