‘Kartini KAI’ Harap Kaum Perempuan Teladani Kartini Perjuangkan Keadilan dan Kesetaraan Hak

0 39

Perjuangan Raden Ajeng Kartini ‘berperang’ melawan ketidakadilan dan diskriminasi patut menjadi suritauladan kaum perempuan Indonesia ‘zaman now’. Kartini merupakan inspirasi kebangkitan kaum perempuan, meskipun hidup terkungkung adat namun beliau masih mampu hidup mandiri dan berjuang dari balik dinding. Bukannya teredam, hasrat Kartini akan pengetahuan dan menyuarakan pikiran justru semakin lantang.

“Beliau adalah sosok wanita modern yang sebenarnya, yang berasal dari masa lalu namun sangat pantas dikenang dan diketahui kisahnya oleh para generasi muda Indonesia,” kata sosok salah satu ‘Kartini Zaman Now’ Mia Lubis SH MH, kepada wartawan di Jakarta, jumat (20/4/2018).

Perjuangan Kartini, imbuh Mia yang saat ini menjabat Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini meminta, harusnya tidak dirayakan pada 21 April saja. Para perempuan Indonesia harus menjadikan setiap harinya sebagai momen untuk berjuang dengan cara masing-masing demi menaikkan harkat dan mengentaskan diskriminasi. Bukan mustahil kelak, perjuangannya saat ini bisa mejadi inspirasi bagi jutaan orang, seperti Kartini.

“Perjuangan RA Kartini sangat penting karena beliau adalah pelopor kesetaraan hak antara pria dan wanita, kita patut berterima kasih kepadanya, jasanya tak kalah dibandingkan dengan para pejuang yang turun ke medan perang,” ungkap Srikandi KAI ini.

Kartini yang lahir 21 April 1879 itu menurut Mia, adalah simbol kebangkitan peran wanita, peran yang tidak lagi sekadar berada di dalam wilayah domestik, namun peran yang merambah wilayah yang lebih luas dalam sosial-kemasyarakatan. Ia sampai menerbitkan tulisan-tulisan yang terangkum dalam sebuah judul inspiratif: Habis Gelap, Terbitlah Terang.

Suara kaum Perempuan penting untuk didengar dan diaktualisasikan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sehingga membuat suasana menjadi terasa lebih harmonis, teduh dan sejuk. “Wanita bukanlah kaum yang lemah secara ide, gagasan dan pemikirian. Mereka memiliki anugerah terindah berupa rasionalitas sebagaimana kaum lelaki,” jelas Mia.

Kartini telah mewariskan kisah heroik dan enerjik yang menginspirasi kaum perempuan masa kini. Kini kaum perempuan sudah sejajar dengan kaum laki-laki, banyak yang menduduki jabatan baik di eksekutif, legislatif, yudikatif maupun di profesi lain. Sebut saja ada Megawati, Susi Pujiastuti, Sri Mulyani, banyak yang menjadi polisi, jaksa hakim, KPK maupun advokat. Termasuk Mia Lubis yang kini mejabat Presiden KAI. Di Singapura bahkan juga Presiden dijabat oleh Perempuan, Halimah Yacob.

“Pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh laki-laki, kini sudah dikerjakan oleh perempuan, seperti Kepala Daerah, Satpol PP, sopir bus Trans Jakarta, di parlemen juga sudah mengakomodir 30% suara perempuan,” ujar Mia yang ikut menyusun rancangan undang-undang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak di DPR ini.

Ia berpesan, perempuan itu boleh bekerja dan menduduki jabatannya tapi jangan melupakan kodradnya sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anaknya.

Mia beserta advokat yang ia pimpin menyatakan kesiapannya membantu perempuan Indonesia jika mengalami masalah hukum dalam menjalankan profesinya.

Sumber : MediasiOnline.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.