Kongres Advokat Indonesia Jawa Timur Dukung Sistem E-Court untuk Tingkatkan Kualitas Penegak Hukum

0 58

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Timur menilai banyak organisasi advokasi di Jawa Timur yang belum terverifikasi sah oleh Maahkamah Agung (MA).

Menurut catatan Ketua DPD KAI Jawa Timur, Abdul Malik, pada 2015 tercatat ada 160 lebih organsiasi advokasi yang tidak sah.

“Sehingga akan memperburuk citra hukum di Indonesia karena banyak markus (Makelar Kasus),” tandasnya kepada TribunJatim.com, Minggu (29/7/2018).

Abdul Malik menjelaskan, organisasi advokasi yang tak resmi ini mudah terlihat karena tidak sesuai dalam UU Advokat 18 tahun 2013.

Sehingga dalam rapat Kerja Daerah (Rakerda) III KAI mendukung sistem adanya program elektrik kartu anggota atau e-court yang diusulkan pemerintah.

Sebab, dengan penerapan sistem ini advokat tidak akan bisa beracara di pengadilan bila belum teregistrasi dan tak akan memiliki akun e-court.

“Disamping itu juga tidak akan ada pemalsuan baik berita acara sumpah maupun kartu advokat seperti penjelasan Presiden KAI Siti Jamalia Lubis,” tandas Malik.

Dengan sistem e-court organisasi advokat juga akan mudah untuk mengontrol advokat.

Malik memaparkan, advokat harus mendukung kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum dan kualitas profesi advokat.

“Sebab teknologi terkini memberikan transparansi buat masyarakat luas juga,” sahutnya.

“Transparansi ini akan menunjukkan kinerja advokat di masyatakat,” tegasnya.

Oleh sebab itu, KAI Jatim minta untuk pelaksanaan program kartu e-court ini didukung oleh seluruh anggotanya.

Tak hanya itu, KAI juga meminta MA perintahkan kepada seluruh pengadilan untuk memverifikasi bukti ke Lulusan ujian.

“Ada 3 sarat advokat sesuai UU Advokat 18/2003. Pertama lulus ujian advokat, DKPA, dan sK pengangkatan dari orgajisasi advokat ini harus sama,” katanya.

“Kalau tidak ya artinya tidak sah organisasi dan advokat itu,” pungkas Abdul.

Sumber : Jatim TribunNews

Leave A Reply

Your email address will not be published.