KAI Dukung Sistem E-Court untuk Hindari BAS Palsu

0 117

Mahkamah Agung (MA) baru saja mensosialisasikan penerapan administrasi perkara di pengadilan secara elektronik (e-court). Dengan penerapan sistem ini, advokat tidak akan bisa beracara di pengadilan bila belum teregistrasi dan tak memiliki akun e-court.Kongres Advokat Indonesia (KAI) sangat mendukung sistem e-court ini, karena tidak akan ada pemalsuan baik Berita Acara Sumpah (BAS) maupun kartu advokat. “Di era modern ini memang sudah saatnya menerapkan sistem e-court, selain sangat efektif untuk advokat, juga akan tercipta tertib administrasi baik buat advokat maupun organisasi advokat,” kata Presiden KAI Mia Lubis, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik (Perma E-Court) yang diundangkan sejak 4 April 2018 lalu ini mencakup administrasi perkara perdata, perdata agama, tata usaha militer dan usaha negara. Persyaratan untuk dapat menjadi pengguna terdaftar bagi advokat adalah: KTP, Kartu keanggotaan advokat dan bukti berita acara sumpah oleh pengadilan tinggi. Mahkamah Agung juga berhak untuk menolak pendaftaran pengguna terdaftar yang tidak dapat diverifikasi.

“Kita sangat senang dengan tertib adminiatrasi seperti ini, sehingga tidak ada lagi advokat liar,” harap Mia Lubis.

Dengan sistem e-court ini, imbuhnya, organisasi advokat juga akan mudah untuk mengontrol advokat. Dan akan menguntungkan semua pihak, termasuk bagi masyarakat pencari keadilan, tidak lagi khawatir ditinggalkan.

Karenanya Mia menghimbau, advokat harus mendukung kemajuan tekhnologi untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum dan kualitas profesi advokat itu sendiri. Setiap advokat juga harus bergabung di organisasi di mana KTA diterbitkan.

“E-court juga dapat meningkatkan kualitas profesi advokat. Di sejumlah negara termasuk Singapura sudah menerapkan sistem e court sejak belasan tahun lalu,” paparnya.

Sumber : Mediasionline.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.