Bantu Masyarakat Tidak Mampu, KAI Bentuk LBH APB

0 1

Jakarta.- Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang dipimpin Presiden Siti Jamaliah Lubis dengan Sekjen Apolos Djarabonga ingin menjawab tantangan dan problematika penegakan hukum di Indonesia. Upaya itu dilakukan dengan memaksimalkan fungsi pelayanan publik berupa bantuan hukum kepada masyarakat pencari keadilan yang termarjinal dan tidak mampu.

Bantuan hukum kepada masyarakat itu diwujudkan KAI dalam bentuk Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Peduli Bangsa (LBH APB). LBH APB ini tidak hanya dibentuk di tingkat pusat, melainkan juga di 34 DPD dan seluruh DPC KAI yang ada di Indonesia.

“LBH APB ini dibentuk sebagai wujud peran KAI dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang termarjinal dan tidak mampu,” kata Presiden KAI Siti Jamaliah Lubis yang akrab disapa Mia Lubis, melalui pesannya, Rabu (16/9/2020).

Ia berharap LBH APB dapat memberikan warna baru dalam dinamika penegakan hukum, dengan mengedepankan profesionalitas dan moralitas, serta memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah penegakan hukum yang merupakan agenda penting KAI demi pencapaian cita-cita keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat dan negara.

LBH APB ini juga bisa dijadikan sebagai tempat magang bagi advokat baru, supaya mereka memiliki pengalaman beracara, sebelum terjun beracara sendiri.

Sejumlah advokat ternama juga masuk dalam struktur LBH APB ini, dipimpin oleh Direktur Riswanto Lasdin dengan Sekjen Rizky Dienda Puteri. Sedangkan dewan pengawas, Siti Jamaliah Lubis, HM Rusdi Taher, Irman Putra Sidin, OK Joesli, Abd Rahim Hasibuan dan Petrus Bala Patyona. Sebagai dewan penasehat yaitu Apolos Djarabonga, Tommy Sihotang, Surya Wiranto dan Trubus Radiansyah serta sebagai Deputi Direktur Ambo Upe.

Riswanto Lasdin menyatakan kesiapannya mengemban amanah yang diberikan oleh Presiden KAI. Ia pun siap menjalankan arahan yang disampaikan oleh Trubus Radiansyah.

“Apa yang sudah diamanatkan Ibu Presiden dan nasehat Pak Trubus Insya Allah akan kami laksanakan dengan baik, demi kebaikan KAI,” tegas Riswanto.

Ia juga meminta kepada senior advokat KAI untuk tidak bosan memberikan nasehat dan arahan kepada LBH APB. Riswanto juga berharap LBH APB tidak hanya untuk KAI tapi juga untuk membantu penegakan hukum di Indonesia.

Sebelumnya Trubus Radiansyah mengatakan, tantangan penegakan hukum kedepan tidak mudah, karena memberikan advokasi dan kesadaran hukum kepada masyarakat tidak mampu. Ini menurutnya membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

“Kita harus siap untuk berkorban materi dan perasaan, semoga masyarakat berpenghasilan rendah itu akan memberikan doa supaya LBH APB menjadi lembaga yang dihormati dan disegani,” papar Trubus yang juga pengamat kebijakan publik.

LBH APB, pinta Trubus, harus bekerja keras supaya memiliki trust atau kepercayaan dari masyarakat. Dalam bekerja, harus mengutamakan kebersamaan dan gotong royong. (El)

Leave A Reply

Your email address will not be published.