DPP KAI Sampaikan Dukacita Korban Bencana Di Empat Daerah Di Indonesia

0 1

Keluarga besar Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) menyampaikan dukacita yang mendalam kepada seluruh korban yang terdampak pada tanah longsor di Jawa Barat, banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, dan banjir serta longsor di Sulawesi Utara.

Tanah longsor di Jawa Barat

Bencana alam tanah longsor di Jawa Barat terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Sabtu, 9 Januari 2021. Sampai Minggu (17/1/2021), ada 29 warga yang meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang. Sebagaimana disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Deden Ridwansyah.

Kebanyakan dari mereka tinggal di daerah terdampak longsor di Desa Cihanjuang, sementara dua orang di antaranya diketahui berasal dari daerah Cibitung. Selain merenggut korban jiwa, bencana alam tersebut juga menyebabkan kerusakan rumah warga.

Banjir di Kalimantan Selatan

Bencana banjir terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan. Dirilis Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 7 Kabupaten/Kota terdampak banjir.

Tercatat lima warga tewas, sebanyak 27.111 rumah terendam banjir dan 112.709 warga mengungsi di Provinsi Kalimantan Selatan akibat hujan dengan intensitas sedang menyebabkan banjir yang terjadi pada Selasa (12/1/2021).

Gempa Bumi di Sulawesi Barat

Pada Jumat, 15 Januari 2021 Provinsi Sulawesi Barat digoyang gempa. Bencana alam magnitudo 6,2 ini mengakibatkan 56 orang meninggal dunia. BNPB menjelaskan, adapun rincian 47 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 9 orang berada di Kabupaten Majene.

Tercatat 637 korban luka di Kabupaten Majene dengan rincian 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap.

Banjir dan tanah Longsor di Manado

Banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu (16/1/2021) pukul 15.09 WITA. Bencana yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil tersebut menyebabkan 500 jiwa harus mengungsi dan lima orang meninggal dunia.

Sejumlah kecamatan terdampak peristiwa ini. Antara lain Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil, dan Kecamatan Wenang.

Semoga saudara-saudara kita di Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi barat dan Sulawesi Utara diberikan ketabahan dan kesehatan serta selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Amien.

Leave A Reply

Your email address will not be published.