KARANGANYAR — Kongres Advokat Indonesia (KAI) menggelar ziarah ke makam Presiden RI ke-2, Jenderal Besar TNI (Purn) H.M. Soeharto, beserta istrinya Raden Ayu Siti Hartinah (Ibu Tien Soeharto), di Astana Giribangun, Karanganyar, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sehari setelah KAI sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-VIII di Semarang.
Bagi KAI, ziarah tersebut bukan sekadar seremonial. Organisasi advokat itu memaknainya sebagai momen refleksi dan penghormatan atas jasa-jasa Soeharto bagi bangsa, terlebih setelah almarhum resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Ketua Umum KAI, Siti Jamaliah Lubis, menyatakan kunjungan itu merupakan bentuk penghargaan nyata kepada sosok yang semasa hidupnya banyak dicintai rakyat. Ia juga menegaskan komitmen KAI untuk meneruskan nilai-nilai kepemimpinan Soeharto, khususnya semangat menjaga kedamaian dan kemajuan bangsa.
“Kami sebagai bagian dari penegak hukum akan meneruskan apa yang telah dibuat oleh Bapak Soeharto. Kami doakan Pak Harto dan Ibu Tien mendapatkan surga atas jasanya kepada bangsa ini,” ujar Siti Jamaliah.
Senada, Ketua Dewan Penasehat KAI, Rusdi Taher, mengungkapkan kedekatan personalnya dengan era kepemimpinan Soeharto. Ia pernah menjabat sebagai anggota MPR (1982), kemudian anggota DPR RI sejak 1987 hingga akhir 1990-an, termasuk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR periode 1992–1997.
Rusdi menyebut pengangkatannya sebagai legislator tak lepas dari persetujuan Soeharto kala itu. Ia pun mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, merujuk pada amal jariyah besar yang ditinggalkan, salah satunya yayasan yang bertujuan membangun masjid di seluruh Indonesia.
Lebih jauh, Rusdi mendorong para advokat KAI untuk berintrospeksi, menyelaraskan semangat perjuangan yang diwariskan pendiri KAI, almarhum Indra Sahnun Lubis, dengan keteladanan Soeharto sebagai pejuang sejati bangsa. Ia juga mengingatkan pentingnya peran advokat sebagai salah satu dari lima komponen sistem hukum nasional.
“Tidak mungkin salah jika Jenderal Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Jenderal Besar Soeharto,” tegas Rusdi.
Rangkaian ziarah diakhiri dengan tabur bunga dan foto bersama di kompleks makam. Rombongan KAI kemudian bertolak ke Solo untuk membeli cendera mata di Ria Batik.