DPP KAI Sampaikan Dukacita Korban Erupsi Gunung Semeru
Jakarta, DPP KAI – Keluarga besar Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) menyampaikan dukacita yang mendalam kepada seluruh korban yang terdampak letusan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB.
Letupan awan panas guguran (APG) membumbung ke angkasa hingga mencapai 11 kilometer. Peristiwa itu sempat membuat langit di Kabupaten Lumajang berubah gelap karena dipenuhi debu vulkanik. BNPB memaparkan bahwa letusan itu telah berdampak pada sejumlah desa di dua kecamatan.
BNPB mendata jumlah korban luka berat yang mencapai 35 orang. Di antaranya dirawat di RSUD dr. Haryoto berjumlah 8 orang, RSUD Pasirian 16 orang, Puskesmas Penanggal 8 orang, dan RS Bhayangka 3 orang.Tercatat jumlah korban luka ringan yang mencapai 21 orang. “
Sementara itu bencana letusan Gunung Semeru berdampak pada 5.205 jiwa di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Dari jumlah tersebut, 1.300 jiwa di antaranya dilaporkan tengah berada di tempat pengungsian. BNPB sedang mencari 9 orang pengungsi yang belum ditemukan atau sedang proses pendataan.
Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia, Sudirman Said, menyatakan telah mengerahkan sekitar 100 relawan ke Kabupaten Lumajang untuk memberi pertolongan pertama dan penilaian kebutuhan pengungsi. “Pemantauan assessment untuk melihat bantuan yang diperlukan mulai dari masker kain, masker medis, pelindung muka, matras, terpal, tenda, tangki air, hingga pakaian ganti sementara,” kata Sudirman.
PMI juga membantu mendistribuskan berbagai bantuan ke setiap kantung-kantung pengungsi erupsi Gunung Semeru. Termasuk menyediakan mobil ambulans di Kabupaten Lumajang bersama TNI dan Kepolisian. PMI juga mengirimkan bantuan air bersih yang diambil dari Kabupaten Gresik untuk menyuplai kebutuhan pengungsi.