MA Ogah Terlibat OA, Advokat Ngaku Akur

0 32

KEBIJAKAN Mahkamah Agung (MA) yang tidak akan terlibat urusan organisasi advokat (OA) harus didukung. Apalagi, OA yang ada saat ini adalah multibar association atau organisasi banyak. Tidak tunggal.
Hal ini ditegaskan Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI), Siti Jamaliah Lubis. Seperti diketahui, jelas MIA (sapaan akrabnya), melalui Surat Ketua Mahkamah Agung (SKMA) No. 073/2015, MA mempersilahkan para organisasi advokat mengajukan penyumpahan anggotanya menjadi advokat melalui Pengadilan Tinggi setempat. Meski sebagian mengkritik kebijakan ini, namun SKMA tersebut masih menjadi pegangan dalam proses mencetak advokat baru.

Terkait problema kualitas advokat, sebelumnya Ketua MA Hatta Ali mempersilahkan masyarakat memilih advokat yang berkualitas. Sesuai yang dibutuhkan.

Menanggapi hal ini, KAI mengaku siap. “Sejak didirikan pada 2008 oleh Indra Sanun Lubis (ISL) dan ribuan advokat, KAI telah mencetak ribuan advokat berkualitas. Yang siap menjalankan profesi mulia (officium nobile). KAI pun sudah bekerjasama dengan perguruan tinggi yang minimal terkareditasi B, untuk menyelenggarakan pendidikan advokat (DKPA),” bebernya.

KAI, lanjut Mia, sudah punya 34 DPD dan DPC di hampir seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Ini menunjukkan, KAI adalah organisasi yang mapan. Bukan organisasi yang muncul tiba-tiba,” lanjutnya lagi.

Mia juga meyakinkan, KAI bekerja secara professional membantu masyarakat pencari keadilan. Bahkan sudah siap dengan kebutuhan masyarakat pencari keadilan.

“Masyarakat itu tahunya advokat ya berkualitas. KAI sudah menjawab hal itu. Tidak bisa masyarakat coba-coba menggunakan advokat. Ketika advokat tidak mampu, kemudian pindah ke advokat yang lain. Kasihan masyarakat. Itu tidaj boleh terjadi pada advokat KAI,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.