Ingat, Kualitas Calon Advokat Kudu Dijaga

0 54

Kongres Advokat Indonesia (KAI) tidak sependapat bila aturan magang minimal dua tahun sebagai syarat untuk menjadi advokat dihapus. Ketentuan itu tetap harus diberlakukan demi menjaga kualitas advokat yang betul-betul berkualitas.

“Ketentuan magang bagi calon advokat itu kan diatur dalam Undang-undang advokat no 18 tahun 2003 pasal 3 ayat 1 poin 7, sebagai organisasi advokat kita harus menjalankan perintah Undang-undang supaya calon advokat itu siap beracara ketika disumpah dan diangkat menjadi advokat,” kata Presiden KAI Mia Lubis kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Ia berpegang pada pasal 3 ayat 1 poin 7 undang-undang advokat yang berbunyi “magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terus menerus pada kantor advokat”. Poin tersebut menurut Mia belum direvisi ataupun didrop, sehingga bila ada pihak yang ingin menafsirkan lain pasal tersebut, maka pertanda dia ingin menyimpang dari perintah undang-undang.

Seperti diketahui, ada pihak yang mewacanakan bahwa pensiunan polisi, jaksa, hakim maupun profesi hukum lainnya yang ingin menjadi advokat, maka tidak perlu magang sebagai syarat untuk menjadi advokat. Wacana itu dilontarkan karena profesi hukum tersebut dianggap setara dengan kewajiban magang selama dua tahun bagi calon advokat, maka dikonversi.

“Kita minta organisasi advokat harus taat hukum, persyaratan magang itu kan baik, supaya calon advokat berpengalaman menangani perkara. Sebab bila hanya mengandalkan ilmu teori di bangku kuliah tidak cukup, karena terkadang teori tidak sama dengan kenyataan di lapangan,” jelas Mia.

Karenanya ia minta kepada Pengadilan Tinggi seluruh Indonesia untuk menolak permohonan organisasi advokat yang mengajukan calon advokat untuk disumpah namun tidak memenuhi persyaratan seperti yang disyaratkan oleh undang-undang advokat.

“Meskipun seseorang sudah mempunyai pengalaman menjadi praktisi hukum, namun ilmu advokat itu lain, bagaimana bisa orang yang biasa melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan maupun yang lainnya, bisa mempunyai naluri membela, advokat itu nalurinya membela hak-hak hukum klien,” papar Mia.

Sumber : MediasiOnline.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.