Advokat KAI Diminta Kembali Bersatu Pasca Kongres Batu

0 0

KBRN, Malang: Kongres Advokat Indonesia (KAI) sukses menyelenggarakan Kongres Nasional III di Batu, Malang, Jawa Timur. Mia Lubis terpilih secara aklamasi dalam kongres tersebut. Sementara jabatan Sekjen kembali dipercayakan kepada Apolos Djarabonga.

Kongres dihadiri Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Ketua Pengadilan Agama Kota Malang Syaiful Karim, dan para senior KAI antara lain Rusdi Taher, Ahmad Yani, Tomy Sihotang, Abd Rahim Hasibuan, Ok Joesli, Herman Kadir, serta Abdul Malik. Kongres juga diikuti oleh 33 DPD KAI dari seluruh Indonesia.

Kali ini Kongres KAI mengambil tema “Kongres Advokat Indonesia Mendorong Penegakan Etika Profesi Advokat dalam rangka mewujudkan profesi advokat sebagai penegak hukum yang profesional dan berintegritas.

Rusdi Taher mengatakan kongres sebagai ajang konsolidasi untuk menguatkan semangat persatuan para advokat di lingkungan KAI. Menurutnya, kongres menjadi momentum yang tepat untuk bersatu padu membangun KAI.

“Lupakan perbedaan, maupun perselisihan selama kongres. Para advokat harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta kekompakan demi organisasi,” imbuh Rusdi Taher usai penutupan Kongres KAI di Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat (15/11/2019).

“Ke depan saya yakin KAI akan besar, jaya dan lebih bermartabat. Sudah saatnya kita merajut persatuan maupun berangkulannya para senior KAI, tidak usah memperpanjang perbedaan namun mari kita mempererat pertemanan,” lanjut Rusdi.

Presiden KAI Mia Lubis berharap KAI menjadi garda terdepan Penegakan Hukum di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa advokat KAI tidak semata-mata hanya mencari uang dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.

“Banyak masyarakat yang memerlukan keadilan namun tidak memiliki uang. Advokat KAI kami harap membantu masyarakat tersebut yang akan mencari keadilan, secara cuma-cuma supaya Indonesia juga sejahtera di bidang hukum,” Kata Mia.

Mia sendiri merasa bangga karena seluruh DPD hadir pada Kongres kali ini. Kepada anggotanya yang saat ini lebih kurang 30 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia, Mia membuka diri untuk dikritik, namun dalam konteks yang membangun.

 

Sumber : Radio Republik Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.