217 Advokat KAI Bersumpah dan Diangkat Jadi Advokat

0 46

Tangerang-Mediasi Online. Sebanyak 217 advokat produk Kongres Advokat Indonesia (KAI) bersumpah didampingi rohaniawan yang disaksikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (KPTA) Propinsi Banten Drs H Sofyan M Saleh SH MHum. Dalam sumpahnya mereka dipandu Ketua DPD KAI Banten Ricky Umar A SH MH. Acara yang diberi titel pengangkatan, penyumpahan dan pelantikan pengurus DPD KAI Banten periode 2008-2012 itu berlangsung di Padang Golf Modernland Tangerang Banten, pada sabtu (7/2).

Hadir pada kesempatan tersebut dari DPP KAI antara lain: Vice Presiden Dr Tommy Sihotang SH LLM, Sekjen Roberto Hutagalung, Todung Mulya Lubis, Abd Rahim Hasibuan, Zakirudin Chaniago, Luthfi Yazid, Partahi Sihombing dan Abadi B Darmo.

Menurut KPTA Banten Sofyan Saleh, penyumpahan dan pengangkatan advokat KAI ini sudah sah karena sudah melalui prosedur seperti digariskan Undang-undang Advokat (UUA) no 18 tahun 2003. Sofyan menambahkan, para advokat ini sudah lulus ujian, ikut pendidikan yang digelar organisasi advokat dan sudah memenuhi persyaratan-persyaratan lainnya. Oleh karena itu menurutnya, para advokat ini sudah sah dan dapat beracara.

Lebih lanjut ia mengatakan, masalah advokat ini sebenarnya urusan internal advokat dan bukan lagi urusan institusi lain seperti MA dan Depkumham. Ia beralasan, sejak adanya UUA itulah advokat tak lagi di bawah MA maupun institusi lain. Sehingga menurutnya tak boleh eksternal advokat mencampuri urusan advokat.

Sementara itu menurut Vice Presiden Zakirudin Chaniago, untuk menafsirkan UUA tidak boleh dipahami secara leterlijt. Ini berkaitan dalam UUA Pasal 4 berbunyi “Sebelum menjalankan profesinya, Advokat wajib bersumpah menurut agamanya atau berjanji dengan sungguh-sungguh di sidang terbuka Pengadilan Tinggi di wilayah domisili hukumnya”.

Menurut Jack, begitu ia kerap disapa, masalah sumpah advokat merupakan acara seremonial belaka. Para advokat itu bersumpah pada diri sendiri sebelum berprofesi sebagai advokat dan masalah sumpah ini juga tak menghalangi seseorang untuk menjadi atau tidak menjadi advokat.

Sejak adanya UUA menurutnya, advokat tak lagi berada di bawah institusi manapun termasuk MA dan Depkumham. Apalagi adanya keputusan Mahkamah Konstitusi no 067 tahun 2004 yang menegaskan bahwa advokat tak lagi di bawah Depkumham dan MA. Sehingga masalah pengangkatan dan pengawasan advokat dilakukan oleh organisasi advokat.

Ia juga meminta agar pemerintah memberikan penghargaan kepada KAI, karena KAI sudah membantu pemerintah membuka lapangan kerja baru bagi para sarjana khususnya sarjana hukum. Begitu juga menurutnya sudah sepantasnya Mahkamah Agung memberikan reward kepada KAI, karena KAI adalah satu-satunya institusi yang berani secara tegas mendatangi pansus RUU MA DPR waktu itu dan menyatakan mendukung usia hakim 70 tahun.

Ternyata dukungan itu tak sia-sia, kini dalam UU MA usia hakim agung maksimal 70 tahun. Kesuksesan perjuangan KAI ini juga akhirnya juga menghantarkan Harifin A Tumpa yang sudah berusia 67 tahun terpilih menjadi ketua MA menggantikan Bagir Manan.

“Meskipun pada waktu itu, pernyataan ini tentu tak populer dan kontra produktif, tapi KAI berani secara tegas menyatakan itu, walaupun kontra pendapat dengan PDIP yang dimotori oleh Trimedya Pandjaitan dan Gayus Lumbuun, karena itu sudah sepantasnya MA memberi reward kepada KAI”, ujar Jack.

Sementara itu menurut salah seorang yang ikut disumpah dan diangkat sebagai advokat Erlinda Evara SH, dirinya tak khawatir memakai kartu KAI untuk beracara di pengadilan, kejaksaan maupun di kepolisian. Selama ini baik hakim, jaksa maupun polisi tak mempermasalahkan kartu KAI, yang mempermasalahkan justru advokat Peradi. Ia menilai Peradi iri dengan KAI. Menurutnya peradi tak usah ikut mencampuri organisasi orang lain.

“Sering kali saya beracara di polres, polda dan pengadilan, dan mereka menganggap KAI sebagai organisasi level internasional yang boleh dikatakan sedang top saat ini”, ungkap Evara.

Evara juga mengungkapkan mengapa ia memilih KAI sebagai organisasi yang menaungi dirinya dalam beracara. Menurutnya, KAI adalah organisasi yang sangat peduli dengan masalah yang dihadapi anggotanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.