Kongres Advokat Indonesia (KAI) memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum atas keberhasilan membongkar penyelundupan satu ton ketamin melalui Kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Penghargaan khusus ditujukan kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Ketua Umum KAI, Siti Jamaliah Lubis menegaskan, pemberantasan narkoba merupakan prioritas mendesak, khususnya di tengah komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Ini wujud kerja sama yang sangat brilian antara Polri, TNI, Bea Cukai, BNN, dan pemerintah daerah dalam mengungkap dan menangkap para penyeludup narkoba yang ingin menghancurkan anak bangsa,” kata Siti Jamaliah kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Sosok perempuan inspirasional yang akrab disapa Kak Mia itu menilai Kapolri Suyudi telah menunjukkan kapabilitas dalam mengungkap tindak pidana, terutama dalam kasus berskala besar yang berpotensi merusak generasi muda. Ia menyoroti fakta bahwa meski pemerintah, Polri, dan BNN berulang kali menyatakan perang terhadap narkoba, peredaran dalam jumlah masif masih terus terjadi. “Kita minta usut dan ungkap siapapun yang terlibat tanpa pandang bulu,” tegasnya.
KAI juga mendorong penguatan pencegahan dari lingkungan terkecil. Keluarga dan sekolah dinilai sebagai benteng pertama melindungi anak-anak dari bahaya narkoba. Siti Jamaliah mengingatkan, sekali seseorang terjerumus narkoba, dampaknya bisa menghancurkan seluruh masa depannya. “Mari kita jaga pelajar, mahasiswa, generasi muda, maupun orang tua agar terhindar dari narkoba. Semua pihak harus berperan aktif memberantasnya,” ajaknya.
Kak Mia mengakhiri pernyataannya dengan seruan kampanye antisnarkoba nasional demi menyongsong Indonesia Emas 2045. “Kita harus songsong Indonesia Emas 2045 dengan kualitas hidup sehat tanpa narkoba. Say No To Drug,” pungkas Kak Mia.